Archives: Artikel

Tips Menulis Resume yang Oke

Salah satu kesalahan dianggap kecil oleh pelamar yang bisa menentukan apakah Anda diterima atau tidak oleh perusahaan adalah kesalahan penulisan informasi pada resume Anda. Jangan hanya menganggap resume adalah kewajiban yang terpaksa dilakukan.

Hanya sekadar formalitas yang tidak akan diperiksa dengan detail oleh para user. Jika Anda beraanggapan demikian, pemikiran tersebut bisa sama sekali salah. Sejatinya resume adalah biodata singkat, penjelasan mengenai kualifikasi Anda untuk membuat user tertarik melakukan wawancara personal dengan Anda. Lantas bagaimana membuat resume yang dapat memikat user untuk memanggil Anda wawancara?

  1. Riwayat Pendidikan

Anda harus menjabarkan riwayat pendidikan Anda sejelas-jelasnya. Jangan sampai Anda kealpaan yang membuat Anda melewatkan salah satunya. Jika Anda melewati masa SMA di beberapa tempat yang berbeda, Anda harus menginformasikannya di resume yang Anda tulis. Demikian juga bila saat kuliah dulu Anda menjalaninya berpindah-pindah tetap harus dicantumkan.

  1. Pekerjaan

Jangan hanya menuliskan kalau Anda pernah bekerja di tempat A begitu saja. Anda juga harus menjelaskan apa yang menjadi tugas dan tanggung-jawab Anda selama mengemban pekerjaan tersebut. Jika Anda pernah berhasil meraih prestasi ataupun terobosan, informasikan juga dalam resume yang Anda buat. Ini tidak disebut pamer melainkan informasi kepada user kalau Anda memiliki kualifikasi yang mereka cari.

  1. Aktivitas di Luar Pekerjaan

Jangan lupa mencantumkan aktivitas di luar pekerjaan di kolom hobi pada resume. Supaya perusahaan tahu Anda memiliki dunia lain selain lingkup pekerjaan. Jika Anda menganggap perusahaan lebih tertarik dengan orang-orang yang sangat “gila” kerja, hal ini tidak benar sama sekali. Justru perusahaan tertarik kepada orang-orang yang memiliki passion kuat yang dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan hal yang disenanginya.

  1. Sederhana dan Memikat

Tidak perlu terlalu heboh menghias resume. Misalnya Anda menggunakan warna-warna cerah, permainan grafis untuk “mempercantik” resume Anda. Justru kalau Anda terlalu heboh soal tampilan luar resume, malah akan mengganggu mata user. Apa yang bisa mempercantik resume Anda adalah isinya dan bagaimana Anda menjelaskan kemampuan yang Anda miliki secara sederhana namun user bisa menangkapnya.



Lowongan Terkait

Menghadapi Wawancara Via Online

Di era teknologi dimana semua lini dituntut untuk sadar akan teknologi dan perkembangannya, bukan tak mungkin wawancara dilakukan memanfaatkan teknologi yang ada. Beberapa alasannya antara lain, untuk menghemat waktu, biaya dan jarak antara user dan calon karyawan.

Meski suasananya semi formal dikarenakan tidak bertatap langsung, sebaiknya Anda tidak boleh anggap remeh dengan situasi demikian. Bagaimanapun ini adalah wawancara kerja, keseriusan Anda melakoninya menunjukkan kepedulian Anda akan masa depan.

  1. Tetap Berpakaian Rapi

Tetaplah mengenakan pakaian rapi layaknya hendak melakukan wawancara kerja tatap langsung. Sadari atau tidak ini akan memengaruhi mood Anda saat sesi wawancara berlangsung. Keseriusan Anda menghadapi sesi wawancara “tak langsung” ini bukan tak mungkin menjadi penentu masa depan karier.

  1. Kecepatan Internet

Jika wawancara dilakukan melalui skype, Anda harus memastikan kecepatan internet yang Anda gunakan di atas rata-rata. Sehingga kecil kemungkinan akan terputus di tengah jalan saat wawancara sedang berlangsung.

  1. Tempat yang Tenang

Anda harus mencari tempat yang tenang dimana Anda bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan benar kemudian jelas. Jangan memilih ruangan yang berkemungkinan Anda mendapat gangguang tidak menyenangkan seperti toilet ataupun basement ataupun parkiran. Bisa saja Anda kehilangan sinyal sehingga tak bisa melanjutkan percakapan.

  1. Bersemangat dan Antusias

Karena mengandalkan suara, Anda harus bisa menciptakan rona ketegasan, bersemangat, antusias melalui irama dan intonasi suara. Jangan sampai user menganggap Anda sebagai pribadi yang lemah karena salah membaca suara Anda yang tak meyakinkan.

  1. Print CV

Persiapkan CV di tangan Anda, sehingga Anda bisa tahu jelas apa yang Anda tulis dan kirimkan kepada user. Sehingga tidak ada kesalahan, seolah-olah apa yang Anda tulis dan katakan secara langsung berbeda. Padahal sebenarnya hanya karena Anda gugup saja. Tentunya Anda tidak mau user berprasangka demikian.

  1. Browsing Mengenai Perusahaan

Jangan sampai Anda salah melangkah dan menganggap remeh perusahaan yang akan mewawancarai Anda. Pelajari job desk Anda di perusahaan baru sehingga Anda tidak kelihatan seperti orang yang baru belajar. Anda harus menunjukkan kalau Anda mengetahui benar apa yang menjadi tugas tanggung-jawab dari jabatan yang Anda lamar.



Lowongan Terkait

Tips Wawancara Pertama Buat Fresh Graduate

Sebagai fresh graduate wajar saja Anda merasa gugup saat melakukan wawancara pertama. Jangankan wawancara pertama, wawancara kesepuluh kalinya pun bukan jaminan kalau tidak akan ada lagi rasa gugup.

Sebagai fresh graduate, jangan langsung berkecil hati kalau user akan menganggap kecil Anda karena disadari atau tidak Anda punya keunggulan di beberapa hal yang membuat Anda menjadi menarik di mata perusahaan dan user

  1. “Segar”

Anda masih “segar” dan memiliki semangat untuk bekerja. Semangat kebaruan semacam ini disenangi oleh perusahaan karena Anda masih bisa dibentuk. Tidak seperti orang-orang lama yang sudah mengarungi beberapa perusahaan.

Biasanya orang-orang lama ini membawa sedikit idealisme dari perusahaan-perusahaan lama. Tentunya hal ini membuatnya sedikit susah untuk beradaptasi lewat sistem kerja di perusahaan baru.

  1. Penampilan

Aturan mengenai penampilan untuk fresh graduate adalah jangan terlihat seperti anak baru sekali. Misalnya pakaian yang sangat rapi khas freh graduate—kemeja putih, celana hitam atau terkesan seperti mau hang out.

Anda harus tahu juga budaya perusahaan sehingga Anda bisa menyesuaikan penampilan Anda—busana dengan budaya perusahaan tersebut. Usahakan berpenampilan layaknya Anda mau bekerja bukan untuk wawancara. Dengan demikian user tidak akan terlalu “mengecilkan” Anda.

  1. Pengalaman Saat Kuliah

Anda harus lebih menunjukkan pengalaman-pengalaman berorganisasi Anda saat kuliah kepada user. Ini bisa menjadi nilai plus Anda saat wawancara. Kalaupun Anda baru tamat kuliah, setidaknya Anda punya bekal pengalaman berorganisasi yang menunjukkan keluwesan Anda dalam bekerja. Ini bisa Anda “jual” kepada perusahaan.

  1. Percaya Diri

Jangan merasa kecil sebagai fresh graduate, apalagi ketika Anda melihat saingan Anda bukan hanya anak baru saja tetapi orang-orang yang sudah mengecap pengalaman bekerja. Attitude yang baik adalah nilai plus tambahan Anda plus rasa percaya diri yang tinggi.

  1. Jangan Menjanjikan Apa-apa

Terlalu banyak berjanji hanya akan membuat Anda terkesan sebagai pengobral janji. Katakan saja secara ringkas, jelas dan padat kalau Anda akan berusaha keras untuk memberikan kontribusi terbaik buat perusahaan.



Lowongan Terkait

Tips Mencari Pekerjaan Sampingan

Bukan dosa kok kalau Anda “berselingkuh” dari pekerjaan utama Anda. Asalkan Anda pintar-pintar membagi waktu tidak mengabaikan tugas dari pekerjaan utama, apa yang salah dari memiliki pekerjaan sampingan?

Apalagi kalau Anda punya kemampuan lebih yang bisa dimaksimalkan. Memiliki pekerjaan sampingan bisa menjadi ajang aktualisasi diri plus mendapatkan uang tambahan juga, tertarik?

  1. Tahu Kemampuan

Sadar kemampuan adalah salah satu hal penting sebelum mencari pekerjaan sampingan. Cobalah Anda berkaca pada diri sendiri, apa yang bisa “dijual” dari kemampuan Anda ini. Jika Anda sudah menemukannya tidak ada salahnya mengaktualisasi kemampuan tersebut dan menjadikannya sebagai sesuatu yang memberikan penghasilan buat Anda.

  1. Membaca Pasar

Tidak ada salahnya menyesuaikan diri dengan pasar. Jangan juga menjual sesuatu yang tidak lagi trend. Misalnya saat ini sedang trend traveling, Anda bisa memanfaatkannya dengan membuka trip singkat ke daerwah wisata ataupun menulis untuk dikirimkan ke majalah jalan-jalan.

  1. Link

Link memang sesuatu yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Penting buat Anda untuk memperluas link Anda. Jangan menganggap biasa orang yang Anda temui di kereta api ataupun di acara pernikahan teman, bukan tak mungkin kemudian hari Anda bisa menjalin hubungan bisnis ataupun orang tersebut memberikan informasi yang dibutuhkan.

  1. Klien-klien Perusahaan

Anda bisa menggunakan jaringan klien yang Anda temui lewat pekerjaan utama Anda sebagai jaringan bisnis untuk pekerjaan sampingan. Anda tinggal membaca dan melihat kemungkinan saja apakah klien tersebut memang memiliki sesuatu yang Anda cari. Sebenarnya Anda juga bisa memperkenalkan “sampingan” kepada klien tersebut dengan cara yang halus.

  1. Hati-hati

Anda juga harus hati-hati melangkah dalam melakukan pekerjaan sampingan Anda tersebut. Apalagi jika perusahaan tidak mengijinkan karyawannya memiliki side job. Bermainlah dengan cantik jangan mau dirugikan tetapi jangan dengan mudah menyerah juga. Anda harus berani menantang diri Anda supaya tidak senantiasa berada di comfort zone.

  1. Berani Menghadapi Perubahan

Namanya juga usaha sampingan yang bisa jadi ada kadang tidak ada juga, Anda harus selalu siap sedia menghadapi perubahan. Jika suatu saat Anda tidak melihat peluang lagi di tempat A, Anda sejatinya harus siap sedia, putar arah mencari kesempatan di tempat B ataupun tempat-tempat lainnya.



Lowongan Terkait

Tipe Karyawan yang Perusahaan

Tipe karyawan seperti apakah yang dibutuhkan dan sangat didambakan oleh perusahaan? Dengan menjadi karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan akan membuat Anda menjadi salah satu yang dipertahankan perusahaan—apapun yang terjadi. Apa sajakah yang perlu Anda lakukan supaya menjadi kesayangannya perusahaan?

  1. Efisien

Anda harus menjadi pribadi yang efisien yang dapat memanfaatkan jam kerja dengan baik dan benar. Jangan Anda sangka perusahaan sangat senang Anda lembur. Tentu saja tidak. Bekerja lembur artinya perusahaan membayar lebih untuk jam lembur Anda. Bekerja tepat waktu, mampu memaksimalkan jam kerja dan menuntaskan pekerjaan dengan rapi adalah dambaan perusahaan.

  1. Tidak Telat

Perusahaan sangat senang bila karyawannya datang tepat waktu dan tidak hobi ngaret. Kalau hobi ngaret, selain tidak disiplin dan dapat melambankan kinerja, karyawan yang ngaret mengesankan perusahaan tersebut tidak rapi. Tentu saja perusahaan tidak mau ada anggapan demikian terjadi di tempatnya.

  1. Bisa Diandalkan

Menjadi karyawan yang bisa diandalkan dalam segala kondisi. Problem solving, sehingga dimanapun berada perusahaan tidak perlu khawatir karena karyawan tersebut bisa bertanggung-jawab atas dirinya sendiri. Sehingga ketika dalam situasi gawat sekalipun setidaknya perusahaan tidak perlu khawatir karena besar kemungkinan karyawan tersebut dapat menyelesaikannya sendiri.

  1. Rajin Masuk

Perusahaan paling tidak suka dengan karyawan yang punya jadwal rutin tidak masuk kantor setiap bulannya. Kesannya karyawan tersebut lemah dan seperti mengada-ngadakan alasan untuk tidak masuk kantor. Apalagi jika sedikit-sedikit karyawan tersebut sakit. Bagaimana mau menyelesaikan tugas tepat waktu kalau selalu sakit?
5. Bisa Diatur

Salah satu lagi tipe karyawan yang didamba perusahaan adalah karyawan yang bisa diatur, tidak suka melawan. Tentunya di kantor ada saja trouble maker. Nah, perusahaan berusaha sebisa mungkin meminimkan jumlah trouble maker. Apalagi trouble maker ini sama sekali tidak berprestasi, apalagi yang bisa diharapkan dari orang dengan sikap demikian?

  1. Penampilan Keren

Mau tak mau penampilan juga menjadi salah satu kriteria. Soalnya karyawan dengan dandanan keren dapat dijadikan sebagai polesan di perusahaan. Membangun imej kalau perusahaan tersebut bonafid dan memiliki karyawan supel.



Lowongan Terkait

Untuk Mendapatkan Pekerjaan Kemampuan Saja Tidak Cukup

Kalau hanya mengandalkan nilai-nilai di transkrip saja untuk melamar pekerjaan, Anda tidak akan pernah berhasil meraih pekerjaan yang sesuai dengan passion Anda. Cobalah Anda amati sekeliling, begitu mudahnya orang-orang mendapatkan pendidikan.

Orang-orang dengan tamatan S2 sudah banyak, jangankan S2, S3 saja sudah bertaburan dimana-mana. Menyadari kondisi yang demikian, menunjukkan kalau tingkat persaingan mendapatkan suatu posisi di satu perusahaan sudah semakin ketat saja.

Apalagi setiap tahunnya, bisa disebut ratusan universitas meluluskan alumninya yang tentu saja memiliki harapan yang kurang lebih sama dengan Anda yaitu mendapatkan pekerjaan. Karenanya, nilai saja tidak cukup sebagai modal mendapatkan pekerjaan. Anda juga perlu melengkapi “modal” Anda oleh hal-hal berikut:

  1. Kemampuan Adaptasi

Ya, Anda harus memiliki kemampuan adaptasi lingkungan yang baik. Bagaimanapun juga dalam lingkungan pekerjaan tidak bisa lepas dari yang namanya pertemanan, persaingan dan hubungan hierarki antasan dan bawahan. Anda harus bisa mengombinasikan semua ini supaya posisi Anda aman di perusahaan. Ini yang perlu Anda persiapkan dengan baik.

  1. Pilah-pilih

Benar tidak boleh pilah-pilih pertemanan namun Anda harus mulai membiasakan diri untuk menilai yang mana benar-benar teman dan yang mana hanya ingin mengambil keuntungan dari Anda. Jangan mau rugi, orang lain saja tidak mau rugi masakan Anda merelakan diri Anda dimanfaatkan orang lain? Toh, Anda dan rekan-rekan lain masuk ke perusahaan tersebut demi tujuan kemapanan ekonomi dan karier yang meningkat.

  1. Merebut Perhatian

Tidak usah sampai Anda menjadi pusat perhatian tapi setidaknya Anda punya sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat untuk menarik perhatian atasan dan rekan-rekan lain. Kalau Anda tidak begitu cekatan dalam menuntaskan pekerjaan, Anda bisa menjadi pribadi yang ramah dan hangat sehingga orang-orang sekeliling menjadi betah berlama-lama berada di dekat Anda. Bekerja bukan hanya soal mengerjakan tugas tepat waktu dan hasil yang sempurna tetapi dalam proses pengerjaannya juga dinilai. Suasana yang hangat dan terjalin akrab dapat menjadi jalan memuluskan pengerjaan.



Lowongan Terkait

5 Langkah Wawancara Sukses

Pernahkah Anda mendengar pepatah lama yang menyebutkan, Anda tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua kalau Anda tidak berhasil di kesempatan pertama. Nah, tentunya Anda tidak ingin kesempatan bekerja di perusahaan impian melayang begitu saja, hanya karena Anda salah berkelakuan saat wawancara ‘kan? Berikut tip sukses saat wawancara kami bagikan buat Anda…

1. Pakaian yang Mengesankan

Memang benar yang mengatakan kalau seseorang tidak dinilai dari penampilannya namun isinya. Tetapi tetap saja supaya orang tertarik untuk mengecek ‘isinya’ perlu penampilan yang “mengikat” pandangan.

“Mengikat” tidak perlu berlebihan. Berbusanalah yang sopan seakan Anda menganggap penting pertemuan ini. Pun yang sering dilewatkan adalah tkebersihan kuku, wewangian dan penggunaan perhiasan yang berlebihan.

2. Jabat Tangan

Banyak orang menganggap remeh dengan caranya menjabat tangan. Padahal yang harus Anda ketahui, “tekanan” yang Anda gunakan saat berjabat tangan sering dijadikan penentu karakter Anda.

Pastikan jabatan Anda tidak terlalu kuat apalagi lemah. Jabat tangan pewawancara Anda sembari menatap matanya dengan keyakinan. Pun, pastikan tangan Anda kering, tidak lembab apalagi basah.

3. Kata yang Tidak Penting

Hindari penggunakan kata yang tidak penting. Jangan mengatakan “mungkin” yang hanya mengesankan Anda sebagai pribadi yang tak pasti. Tidak ada perusahaan yang membiarkan posisinya berada di titik “kemungkinan”.

Sama halnya dengan “hmmm…” ataupun “yah…” Anda sedang tidak mengobrol dengan teman-teman tetapi calon perusahaan tempat Anda bekerja. Jangan biarkan, HRD beranggapan Anda sebagai orang yang plin-plan.

4. Postur Tubuh

Tentu saja pewawancara tidak ingin berhadapan dengan kandidat-kandidat yang tidak tahu bagaimana harus bersikap ketika sedang wawancara. Sehingga, pastikan postur tubuh Anda tegap dan jawablah semua pertanyaan dengan rasa percaya diri.

Tidak hanya melalui jawaban-jawaban yang memuaskan dan meyakinkan, Anda juga perlu melakukannya lewat sikap tubuh yang positf. Seperti pandangan yang tegas, posisi duduk yang tegak dan pembicaraa yang fokus.

5. Jadilah Hebat tapi…Masuk Akal

Artinya Anda tidak perlu berpura-pura menjadi super hero agar perusahaan mau merekurt Anda menjadi bagiannya. Berikan yang terbaik, jelaskan secara maksimal kemampuan yang Anda miliki yang berguna untuk perusahaan.

Jangan pernah menjual omong-kosong dan berbual apalagi menjanjikan sesuatu yang berlebih-lebihan yang bahkan tidak Anda miliki. Ingat, walaupun pewawancara ingin sesuatu yang hebat namun dia juga menginginkan sesuatu yang masuk akal. Anda bisa “menjual’ sisi manusiawi Anda, jika bisa. Jika Anda tergabung di kegiatan sosial atau memilii ketertarikan pada alam dan olahraga, ini bisa menjadi daya tarik unik buat perusahaan. (T. Alur)



Lowongan Terkait

Tips Menghadapi Walk In Interview

Tak perlu menunggu datangnya surat panggilan. Dalam walk in interview Andalah yang harus proaktif ‘menjemput bola’. Prinsipnya Vini, Vidi, Vici (Saya datang, bertanding dan menang).

Walk in interview adalah jenis wawancara yang biasanya dilakukan bila posisi yang ingin diisi dan jumlah pelamarnya cukup besar. Proses wawancara atau perekrutan tidak hanya berlangsung di perusahaan tersebut, melainkan bisa saja terjadi di suatu tempat di luar gedung perusahaan, seperti di hall, hotel atau tempat lain.

Pada dasarnya menjalani walk ini interview sama saja dengan wawancara biasa. Hanya saja Anda dituntut kesiapan maksimal karena Anda langsung berhadapan pewawancara saat melamar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memenangkan ‘pertarungan’.

Teliti Iklan

Sebelum membuat lamaran, Anda perlu meneliti iklan lowongan kerjanya, apakah bidang kerja dan posisi yang ditawarkan sesuai dengan membuang-buang tenaga dan waktu. Pastikan juga tempatnya representatif dan perusahaannya jelas.

Resume dan CV

Setelah yakin bahwa lowongan tersebut memang sesuai dengan Anda, buatlah resume dan CV yang menarik dan lengkap, karena resume dan CV Anda langsung dibaca saat itu juga. Ketik dengan komputer dengan huruf yang mudah dibaca. Kemudian cetak resume dan CV di atas kertas yang bersih dan tidak keriting. Hindari membawa CV fotokopi karena Anda akan dinilai tidak serius.

Data Pendukung

Setelah itu, lengkapi dengan data-data pendukung lainnya, seperti ijazah, surat-surat referensi, foto 4X6 1 lembar, serta contoh hasil karya atau portfolio terbaik Anda. Masukkan semua kelengkapan ini ke dalam map atau amplop besar.

Persiapkan Diri

Sehari sebelum berangkat, pahami dulu lingkup kerja yang ditawarkan. Jangan sampai Anda datang ke sana masih bertanya soal posisi yang ditawarkan. Misal, jika posisi yang Anda lamar marketing, coba pelajari beberapa hal yang berkaitan dengan dunia marketing.

Penampilan Prima

Perhatikan penampilan Anda secara keseluruhan. Karena impresi pertama pewawancara sangat menentukan keberhasilan walk in interview Anda. Pilihlah busana yang paling sesuai dan sopan. Pastikan penampilan Anda rapi, bersih, cantik dan layak untuk menghadiri wawancara.

Alat Tulis

Bawalah alat tulis dan notes karena siapa tahu diperlukan saat wawancara. Kesiapan Anda menghadipi interview juga mendapat penilaian tersendiri. Jangan sampai Anda harus meminjam alat tulis pada pewawancara.

Isi Perut

Sebelum berangkat, isi perut Anda terlebih dahulu. Karena biasanya dalam walk in interview Anda akan menghadapi beberapa tes pada hari itu juga yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Sehingga kenyamanan perut juga dijaga. Konsumsilah makanan bergizi secukupnya. Tapi, jangan konsumsi makanan yahg bergas dan tajam, karena akan menyulitkan hidup Anda.

Tepat Waktu

Kalau perlu Anda sudah tiba satu jam sebelum proses dimulai. Anda jadi punya kesempatan mempelajari suasana, menenangkan diri dan mempersiapkan segala sesuatunya. Datang lebih awal juga membuat Anda tidak perlu menunggu terlalu lama, mengingat pelamar yang datang ke walk in interview biasanya banyak.

Wajah Optimis

Tampilkan wajah penuh percaya diri, cerah ceria dan optimis. Jangan sekali pun menampakkan wajah kusam nan sendu di depan pewawancara. Karena tidak ada satu perusahaan pun yang mau mempekerjakan orang yang gampang putus asa. Tunjukkan keoptimisan Anda dengan menjabat tangan pewawancara secara mantap dan tatapan mata hangat.

Menjawab Taktis

Jawab semua pertanyaan dengan penuh percaya diri, jujur dan bersahabat, tapi tidak berlebihan. Jangan ragu menjawab jika Anda diminta untuk memberi penjelasan lebih terperinci. Manfaatkan kesempatan untuk bertanya jika pewawancara mempersilakan Anda. Jangan ragu bertanya hal-hal yang belum jelas misal bertanya kapan hasil interview akan dikabarkan.

Kesan Positif

Selesai wawancara ucapkan terima kasih dan berikan jabatan tangan yang paling hangat. Berikan kesan positif saat meninggalkan ruangan. Jika dalam waktu yang dijanjikan pewawancara belum menghubungi Anda, teleponlah pewawancara dan tanyakan hasilnya.

Perlu Dibawa Saat Walk In Interview :

– Kartu identitas dan kartu nama
– Kertas catatan kecil
– Bolpoin dan pinsil 2B, serta penghapus
– Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan
– Catatan sejarah terperinci
– Contoh hasil kerja atau portfolio
– Minum dan makanan kecil (kalau walk in interview diadakan besar-besaran)
– Daftar referensi (jika ada)
– Jika melamar sebagai pramugari, kenakan baju lengan pendek dan rok pendek serta sepatu hak tinggi.

Ika Nurul Syifaa



Lowongan Terkait

10 Tips Atasi Gagal Melamar

Mencari kerja di masa krisis sungguh tidak gampang. Salah satu yang bisa “disiasati” adalah mencermati persiapan dalam melamar pekerjaan. Jangan sampai hanya karena alpa mempersiapkan persyaratan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, kesempatan kerja yang sudah tipis pun melayang.Untuk mencapai hasil maksimal, perlu kiranya diketahui kesalahan-kesalahan yang sering timbul dalam rangka melamar kerja. Berikut ada 10 kesalahan umum yang acap kali dilakukan oleh pencari kerja.

1. Surat-surat tidak lengkap

Periksa dahulu kelengkapan dokumen Anda sebelum melangkah ke luar dari rumah. Ketidaklengkapan dokumen merupakan salah satu kesalahan fatal yang berakibat ditolaknya permohonan kerja. Jika Anda termasuk orang yang ceroboh, mintalah bantuan kerabat dekat atau teman untuk memeriksa dokumen yang dibutuhkan.

2. Datang terlambat

Kebiasaan jam karet yang biasanya bersifat menular sebaiknya ditinggalkan. Banyak perusahaan asing yang tidak mentoleransi keterlambatan calon pelamar, khususnya ketika diundang untuk mengikuti serangkaian tes. Untuk mengatasinya, cobalah sehari sebelum tanggal tes melakukan survai. Tambahkan setengah jam dari waktu tempuh yang diperlukan.

3. Berpakaian kurang sopan

Keberhasilan bisa jadi dimulai dari pandangan pertama. Penyeleksi tentu akan mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja pada saat melakukan wawancara. Karena itu hindari pemakaian aksesori yang berbeda dengan adat kebiasaan.

4. Mencantumkan referensi terlalu banyak

Referensi dalam curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup memang penting. Tapi perlu diingat, jangan terlalu banyak karena akan menimbulkan kesan bahwa Anda memiliki mental suka menonjolkan diri dan tidak percaya pada kemampuan sendiri.

5. Jangan meremehkan hobi

Bila Anda memiliki hobi unik yang diperkirakan bisa membantu kreativitas kerja, tak ada salahnya dicantumkan dalam CV. Biasanya pimpinan perusahaan lebih menyukai pekerja yang berbakat dalam bidangnya. Bila kegemaran itu merupakan faktor penting dalam posisi yang dilamar, ada baiknya ditulis sesudah perincian pengalaman kerja.
6. Salah tulis atau sebut nama

Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran atau menyapa seseorang
7. Melebih-lebihkan keterampilan

Umumnya penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat. Malahan ada yang mempersiapkan tes praktik langsung untuk menguji kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak Anda miliki.
8. Bicara berbelit-belit

Wawancara merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan segala keinginan yang terpatri dalam diri Anda. Pewawancara pasti akan menanyakan semua segi dalam hubungannya dengan isi CV atau daftar riwayat hidup yang telah Anda kirimkan. Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda memberikan keterangan yang tidak jelas, jangan berharap.
9. Meminta fasilitas

Ada kalanya gaji yang ditawarkan kepada Anda lebih rendah dari yang Anda harapkan. Tapi, jangan coba-coba meminta fasilitas tertentu yang tidak disediakan perusahaan seperti antar-jemput, uang transpor, uang makan, dll.
10. Lupa memotong rambut

Rambut gondrong kebanyakan tidak disukai perusahaan, kecuali profesi yang Anda cari berhubungan dengan hal-hal yang tidak membutuhkan kerapian.
Masih banyak kelalaian lain yang ditemui di lapangan. Namun, ada yang masih dalam batas toleransi, ada pula yang jarang dikerjakan oleh kebanyakan orang. Ada satu hal yang perlu diingat, tidak selamanya kepintaran seseorang akan menghasilkan pekerjaan bagi dirinya. Masyarakat kita masih mendudukkan moralitas di atas intelektualitas. Apa gunanya jika memiliki inteligensia tinggi, tetapi moralnya rendah?
Selamat melamar pekerjaan… (intisari)



Lowongan Terkait