Archives: Artikel

Kenapa Penampilan Penting Saat Wawancara?

Walaupun banyak yang mengatakan jangan melihat buku dari sampulnya namun tetap saja kemasan punya porsi tersendiri dalam apapun—termasuk wawancara. Terlalu mengabaikan penampilan dan memercayakan sepenuhnya dengan kemampuan alias isi otak bisa jadi bukan langkah yang tepat.

Penampilan yang baik akan menyeimbangkan kemampuan Anda. Sehingga perpaduan dua hal ini akan membuat pewawancara tertarik untuk merekurt Anda. Berikut penjelasan lebih lanjutnya.

  1. Kesan Pertama

Jangan pernah mengabaikan kesan pertama karena bukan tak mungkin kesan pertama akan membawa Anda pada hal-hal hebat di luar dugaan. Bagaimanapun juga sebelum mengenal orangnya yang pertama dilihat adalah penampilannya. Bagaimana kesempatan untuk mengenal lebih dalam orangnya bisa ada kalau saat pertama melihat saja sudah eneg.

  1. Rapi Buat Nyaman

Cobalah Anda mempraktikkan ke diri sendiri. Mana yang Anda pilih, berada di dekat orang yang rapi atau berantakan? Dari situ saja sudah kelihatan kalau kebanyakan orang memang lebih interest dengan dengan orang-orang yang rapi. Ketika Anda berpenampilan rapi membuat orang-orang di sekeliling nyaman dan betah mengobrol dengan Anda—demikian juga pewawancara.

  1. Menunjukkan Keseriusan

Berpakaian rapi menunjukkan seberapa serius Anda menanggapi wawancara ini. Kalau Anda hanya berpakaian seadanya saja perusahaan akan beranggapan Anda tidak serius wawancara ini. Anda harus bisa membedakan pakaian saat hang out dan saat wawancara. Pewawancara dapat salah menangkap keseriusan Anda lewat cara Anda berpakaian. Tidak mau ‘kan dilewatkan begitu saja hanya karena salah kostum?

  1. Tidak Berlebihan

Rapi sih rapi tapi jangan berlebihan juga. Kalau Anda terlalu berlebihan malah bisa membuat kesan tidak enak dari si pewawancara. Bisa jadi pewawancara menganggap Anda lebih mementingkan penampilan ketimbang kualitas kerja. Jangan sampai pewawancara malah menangkap hal ini dari penampilan Anda. Memang masalah penampilan sangat sensitif dan Anda harus memberikan interest secukupnya pada hal ini. 

  1. Percaya Diri

Berpenampilan rapi juga bisa menunjang rasa percaya diri Anda. Bisa saja mendadak Anda minder begitu melihat tampilan perusahaan yang wah demikian juga pewawancara yang sangat steady dan fashionable. Makanya, berpenampilan rapi itu penting.



Lowongan Terkait

Tips Jitu Mendapatkan Peluang Bekerja Lebih Baik

Kalau ada peluang bekerja di tempat lain yang lebih baik kenapa harus memaksakan diri bertahan di tempat yang tidak semestinya? Jangan lelah mencari peluang ataupun putus asa. Kalau Anda lihai dan cermat peluang bisa Anda temukan dimana saja. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mempersiapkan diri Anda untuk kemungkinan-kemungkinan bertemu dengan peluang tersebut.

  1. Seringnya Tak Sengaja

Seringnya peluang tersebut Anda temukan tak sengaja. Bisa dimana saja dan kapan saja. Bahkan klien tempat Anda bekerja sekarang ini bisa jadi peluang Anda bertemu dengan pekerjaan yang selama ini Anda cari dan butuhkan. Senantiasa berpenampilan rapi dan memberikan kesan yang baik kepada siapapun yang Anda temui di lingkungan formal maupun non formal.

  1. Diskusi Hangat

Dalam setiap pertemuan—terutama pertemuan formal dimana memungkinkan Anda bertemu dengan pekerja-pekerja profesional, jangan pernah lupa untuk selalu menciptakan perbincangan hangat seputar apa yang Anda kerjakan dan rekan tersebut lakukan. Galilah dengan perlahan dan cari tahu kemungkinan potensi untuk bekerja sama.

  1. Up Date Wawasan

Anda harus senantiasa meng-up date wawasan seputar lingkup pekerjaan yang Anda geluti. Jangan sampai Anda ketinggalan berita ataupun info baru berkaitan dengan lingkup pekerjaan dimana Anda bekerja tersebut. Dengan selalu up date niscaya Anda tidak akan ketinggalan dan bukan tak mungkin Anda bisa menemukan peluang pekerjaan karena tidak pernah tertinggal mengenai informais tersebut. Pun, dengan selalu up date Anda tidak akan kehabisan bahan diskusi dengan rekan-rekan lain.

  1. Jangan Malas Bergaul

Anda jangan enggan bergaul dengan rekan-rekan profesional. Siapa tahu dengan bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat sama ataupun bersinggungan dengan profesi yang Anda tekuni Anda menemukan peluang kerja yang lebih baik. Kalaupun belum mendapatkannya, Anda bisa memperkuat jaringan link Anda. Makanya jangan ogah-ogahan untuk “berbasa-basi” dengan rekan-rekan profesional.

  1. Ringan Tangan

Jangan segan membantu rekan kerja/klien yang membutuhkan bantuan. Apakah itu bantuan langsung ataupun informasi. Tidak ada ruginya Anda membantu orang, siapa tahu di kemudian hari Andalah yang membutuhkan bantuan.



Lowongan Terkait

  • Biogenic Integrative Center
    • Bekasi, Jawa Barat
  • PT. LUNG SIN
    • Bandung Barat / Ngamprah, Jawa Barat
  • Rabbanitour
    • Bandung Kota, Jawa Barat
  • PT. Tiger Sugar Indonesia
    • DKI Jakarta,
  • CV FILMA MALANG
    • Malang, Jawa Timur

Mengapa Harus Bekerja Sesuai Passion?

Selama ini Anda kerap mendengar ataupun dijejali mengenai “bekerja sesuai dengan passion”. Mengapa harus bekerja sesuai passion, bukankah hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama adalah apakah pekerjaan tersebut bisa memberikan Anda finansial yang mencukupi?

Berikut penjelasan kenapa Anda harus bekerja sesuai passion!

  1. Cepat Bosan

Salah satu alasan sepele yang tidak boleh disangkal adalah kalau Anda bekerja sesuai dengan passion Anda tidak akan cepat bosan dan gampang mengeluh. Bekerja sesuai dengan passion artinya Anda menempatkan hati Anda di sana sehingga Anda tidak mudah menyerah saat bertabrakan dengan masalah.

  1. Awet

Anda akan awet bekerja di perusahaan yang bergerak di passion Anda. Tidak akan cepat mundur dalam hitungan bulan. Ini akan berhubungan erat dengan resume Anda. Perusahaan akan malas melihat kalau Anda hanya bekerja dalam hitungan bulan saja di perusahaan-perusahaan terdahulu. Bahkan Anda akan dijuluki kutu loncat.

  1. Mengembangkan Bakat

Dengan bekerja sesuai passion memosisikan Anda berada di tempat yang sesuai untuk mengembangkan karier Anda. Tentunya Anda tidak mau kan menghabiskan waktu bekerja di ruang yang salah. Alangkah baiknya Anda mengawali bekerja sesuai dengan bidang dan kemampuan Anda sehingga untuk pengembangan karier selanjutnya akan lebih mudah bagi Anda. Karena Anda sudah memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.

  1. Lebih Mudah Adaptasi

Kalau bekerja sesuai dengan bidang yang disukai akan lebih mudah beradaptasi. Namanya juga melakukan hal-hal yang disenangi tentunya akan dilakukan sepenuh hati. Tinggal bagaimana beradaptasi dengan orang-orangnya saja.

  1. Bertemu dengan Teman Satu Minat

Bekerja sesuai dengan passion dapat menjadi jalan buat Anda bertemu dengan rekan-rekan yang memiliki minat yang sama. Bertemu dengan orang-orang dengan minat yang sama akan mempermudah jalan Anda dalam pengembangan kemampuan Anda ke depannya. Bahkan dengan berteman dengan teman-teman yang memiliki minat sama akan memperluas pergaulan Anda berkaitan dengan profesi yang ditekuni.

  1. Bukan Persoalan Uang

Memang kesannya terlalu mulia namun benar adanya. Bekerja sesuai passion akan membuat Anda sadar kalau bekerja bukan hanya soal uang tetapi juga kepuasan batin dan aktualisasi diri. Jika Anda hanya bekerja dilandaskan uang saja Anda akan menjadi orang yang egois dan tidak bisa menikmati proses hidup.



Lowongan Terkait

Mendapatkan Pekerjaan dari Teman

Informasi lowongan pekerjaan bisa diperoleh dari mana saja termasuk informasi teman. Ini adalah salah satu keuntungan kalau Anda memiliki link yang luas serta menjaga pertemanan dengan jaringan Anda tersebut.

Meski demikian jangan sampai Anda menjadikan keuntungan seperti sebagai suatu hal yang membuat Anda bisa bertindak sesuka hati. Anda beranggapan, ah ini temannya teman Anda sehingga gampanglah tidak perlu serius-serius amat saat wawancara. Salah jika Anda berpikiran demikian! Berikut aturan kalau Anda mendapat informasi pekerjaan dari teman!

  1. Profesional

Anda tetap wajib berlaku profesional saat berada pada sesi wawancara. Tetap seyogianya memanggil si pewawancara dengan panggilan bapak/ibu. Walaupun misalnya si pewawancara menyebutkan nama teman Anda tersebut sebagai pemberi referensi mengenai Anda. Jangan mengubah percakapan lebih santai—bahkan ketika dia melakukannya.

  1. Jangan Mempermalukan

Secara Anda dibawa oleh si teman tersebut. sudah menjadi kewajiban pasti buat Anda untuk menjaga nama baik si teman. Bagaimanapun pastinya teman tersebut tidak sekadar coba-coba ketika memberi nama Anda kepada bagian HRD. Dia memberikan namanya sebagai jaminan. Makanya setidaknya tunjukkan kalau Anda memang memiliki kualitas sehingga dijadikan sebagai seseorang yang layak untuk “diuji”. Bukan sekadar modal pertemanan saja.

  1. Beban Mental

Kalau Anda merasa karena pertemanan akan memuluskan langkah Anda melalui proses seleksi, sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Karena Anda punya beban mental untuk tidak mempermalukan teman yang mereferensikan Anda. Tidak hanya saat proses seleksi saja tetapi juga saat mulai bekerja. Kalau Anda membuat masalah ke depannya, tidak hanya Anda saja yang mendapat malu tetapi juga teman tersebut.

  1. Jangan Meminta Pengecualian

Jangan sekali-sekali memosisikan diri Anda lebih baik ketimbang calon lainnya. Sehingga Anda berhak diistimewakan. Anda tetap harus mengikuti proses seleksi seperti calon-calon lainnya. Anggap saja teman tersebut sebagai pembuka jalan. Selanjutnya semua tergantung Anda menjalani dan menyelesaikannya. Jangan tergantung dengan tersebut dengan menanyakan terus-menerus mengenai hasil wawancara. Bertindaklah profesional sehingga si teman tersebut pun akan semakin salut dengan sikap Anda yang tidak memanfaatkan perkenalan kalian.



Lowongan Terkait

Informasi yang Tak terduga

Jangan hanya terpaku pada informasi dari koran saja untuk mencari lowongan kerja. Masih banyak sumber lain yang bisa memberikan kepada Anda lowongan kerja. Dimana sajakah itu?

  1. Jejaring Sosial

Sayang sekali kalau Anda hanya menjadikan jejaring sosial sebagai ajang main-main saja. Padahal dari jejaring sosial Anda bisa mendapatkan banyak informasi tanpa batasan. Lebih menyenangkan lagi, Anda tidak perlu membutuhkan usaha ekstra mendapatkan informasi tersebut.

Cukup duduk manis, rajin browsing, follow Twitter akun yang memberikan informasi pekerjaan, rajin memeriksa time line—pekerjaan yang sederhana memang tetapi sangat berguna bila rutin dilakukan.

  1. Senior di Kampus

Terkadang kesempatan tidak datang begitu saja tetapi harus diciptakan. Salah satunya adalah dengan menjalin silaturahmi dengan senior di kampus ataupun teman-teman di sekolah. Jangan malas menghadiri pertemuan nostalgia dengan teman-teman zaman dahulu.

Siapa tahu dari pertemuan tersebut Anda punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Rajin bertemu teman-teman lama juga semakin memperluas jaringan pertemanan, punya link dimana-mana, siapa tahu saling membutuhkan satu sama lain di suatu masa.

  1. Seminar & Workshop

Selain menambah informasi dan wawasan lewat seminar ataupun workshop bukan tak mungkin Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa membawa Anda pada pekerjaan yang sesungguhnya.

Ikutilah seminar yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda, sehingga orang-orang yang bertemu dengan Anda juga mereka yang memiliki minat sama. Positifnya, selain mendapat tambahan kenalan baru Anda juga bisa menjalin komunikasi intens dan bisa up date informasi yang berkaitan dengan lingkup yang Anda minati.

  1. Job Fair

Jangan sepele dengan job fair dengan beranggapan job fair hanya untuk fresh graduate saja. Padahal ada banyak informasi yang bisa diperoleh dari job fair. Bayangkan saja ratusan perusahaan mengadakan pameran, mencari karyawan, masakan tidak ada satupun yang nyangkut di Anda.

  1. Almamater

Jangan malas untuk berkunjung ke almamater Anda, bersilaturahmi dengan para dosen dan junior di kampus. Kesempatan dan peluang bisa datang dimana saja dan kapan saja, tinggal Anda yang menemukannya dan siap mengambil peluang tersebut.



Lowongan Terkait

Mengincar Pekerjaan Via Online

 

Di era teknologi komunikasi seperti sekarang ini informasi apa saja bisa didapatkan dengan mudah dan dari mana saja. Salah satunya adalah informasi lowongan pekerjaan. Meski kemudahan begitu diberikan jangan langsung memercayai semua informasi yang ada di internet.

Tentunya supaya Anda tidak terjebak dengan perusahaan abal-abal yang ternyata tidak sebaik yang Anda duga. Pun, bukan tak mungkin ternyata dibalik informasi lowongan tersebut ada intrik penipuan. Karenanya, sebelum Anda salah menjatuhkan lamaran, Anda harus memeriksa kembali untuk memastikan kalau informasi yang Anda peroleh tersebut benar adanya. Bagaimana cara memeriksanya?

  1. Tata Bahasa

Anda bisa menilai kalau perusahaan tersebut memang memiliki kredibilitas yang lumayan dari pemakaian bahasa yang digunakannya. Jika memang perusahaan tersebut profesional, tentunya mereka juga akan menggunakan bahasa yang resmi dan profesional—tidak asal-asalan. Ini pertama yang harus Anda ketahui.

  1. Website Resmi

Kemudian mereka akan mengiklankan informasi lowongan kerja melalui website resmi yang sudah sering memberikan informasi mengenai lowongan kerja. Website yang memang sudah dikenal publik sering memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan dan tip karier.

  1. Cek di Google

Supaya lebih pasti tidak ada salahnya Anda mencek informasi mengenai perusahaan tersebut di google. Kalau memang perusahaan tersebut memang benar-benar berproduksi—menghasilkan karya, Anda pasti bisa menemukan jejak langkahnya di dunia online.

  1. Seberapa Jelas Informasi

Jika memang perusahaan tersebut benar-benar sedang mencari karyawan untuk mengisi departemennya, pasti perusahaan tersebut tidak segan memberikan informasi berkaitan dengan informasi lowongan pekerjaan tersebut.

Misalnya penjelasan ringkasi mengenai job desk ataupun sejarah perusahaan. Ini penting untuk dibagikan, supaya publik tahu kalau perusahaan tersebut memang benar-benar badan yang real.

  1. Deadline Pengiriman

Anda juga harus memerhatian deadline pengiriman lamaran. Karena biasanya bila informasi lowongan melalui internet, deadline-nya bisa jadi cepat—seminggu atau dua minggu setelah informasi lowongan diberikan. Kemudian hal yang harus diperhatikan adalah kuota pengiriman resume yang terbatas. Kalau ukuran file Anda terlalu besar, bisa-bisa lamaran Anda tidak sampai.



Lowongan Terkait

Kesalahan Fresh Graduate Saat Melamar

 

Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan fresh graduate saat melamar pekerjaan. Berikut penjelasannya!

  1. “Murahan”

Biasanya para fresh graduate sangat gencar mengirimkan lamaran. Didorong keinginan untuk bekerja cepat maka para fresh graduate bersegera tanpa pilah-pilih melayangkan lamaran kemanapun juga. Padahal etika melamar pun perlu selektif juga, jangan asal melamar.

  1. Tidak Tahu “Harga” Diri

Ingin mendapatkan pekerjaan sesegera mungkin dan melepas gelar pengangguran membuat para pelamar muda mudah memberikan harga atas dirinya. Padahal bisa jadi dengan kemampuan yang dimilikinya dia bisa mendapatkan gaji yang lebih besar ketimbang yang ditawarkan perusahaan.

  1. Terlalu Text Book

Para fresh graduate biasanya terlalu text book dalam arti masih terbawa formalitas dari perkuliahan dengan jenjang birokorasi yang sangat memumetkan. User lebih senang dengan calon-calon karyawan yang fleksibel namun tetap tahu aturan. Anda memang fresh graduate namun jangan terlalu menampakkan diri kalau Anda adalah “anak baru”.

  1. Terlalu Memuji

Maksudnya sih ingin menyenangkan hati user tetapi kalau Anda hanya mengatakan hal-hal yang positif saja, user tidak bodoh, dia tahu kalau Anda sedang berusaha menyenangkannya. Jangan harap dengan perilaku demikian memudahkan langkah Anda di proses perekrutan. Perusahaan malah lebih membutuhkan karyawan-karyawan yang kritis dalam berpikir tidak hanya sekadar iya-iya saja.

  1. Enggan Tawar-menawar Soal Fasilitas

Merasa dirinya adalah fresh graduate, biasanya Anda enggan berdebat soal fasilitas. Bisa saja, seharusnya fasilitas tersebut memang menjadi hak Anda malahan Anda kehilangan hak tersebut karena tidak percaya diri untuk mendebat hak Anda. Disinilah pentingnya peranan informasi mengenai biodata perusahaan, supaya Anda tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban sebelum user mengatakannya kepada Anda.

  1. Gugup yang Merusak

Anda bisa merusak jalannya wawancara dengan kegugupan Anda yang berlebihan tersebut. Cobalah untuk bersikap tenang, jangan menjadikan “kebaruan” Anda sebagai alasan untuk sikap clumsy Anda saat melakukan prosesi wawancara dengan user. Ketika Anda sudah berhadapan dengan user tidak ada hal apapun buat Anda untuk membenarkan perilaku Anda.



Lowongan Terkait

Cara Jitu Negosiasi Gaji

Ketika sampai pada wawancara final, seringkali yang menjadi problem adalah persoalan mengenai kesepakatan gaji. Terkadang calon karyawan merasa sungkan ataupun bisa jadi tidak tahu bagaimana cara bernegosiasi supaya gaji yang ditawarkan perusahaan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Anda hanya membutuhkan cara jitu berikut ini supaya user setuju dengan nominal yang Anda minta.

  1. Baca Posisi

Anda harus bisa membaca posisi Anda. Jika posisi Anda kuat, dan user memang terlihat sangat mendambakan Anda untuk bergabung di perusahaan tersebut, Anda bisa melakukan negosiasi gaji sesuai dengan yang Anda inginkan. Intinya pertama yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana nilai jual Anda di perusahaan tersebut.

  1. Jelaskan Lagi Kemampuan

Anda perlu mengingatkan kembali kepada perusahaan mengenai kemampuan yang Anda miliki. Tentu saja yang membuat perusahaan sangat tertarik untuk merekurt Anda. Biar perusahaan tahu kalau sangat worth it bila Anda meminta nominal sekian.

3.Pertimbangan Anda Meminta Sekian

Perusahaan ataupun user tersebut perlu tahu alasan Anda meminta nominal sekian. Bisa Anda jelaskan mengenai perbedaan tugas dan tanggung-jawab Anda di perusahaan lama dan perusahaan baru. Kemudian tantangan-tantangan yang bakal Anda hadapi serta harapan Anda untuk mendapatkan peningkatan taraf hidup dan karier di perusahaan yang baru.

  1. Jangan Terlalu Tinggi

Ada perbedaan antara bersikap sombong dan tahu nilai diri. Anda harus mengetahui perbedaan antara keduanya dan memainkan kedua peran tersebut dengan baik. Jangan Anda menggunakan nilai yang Anda punya sebagai kesombongan. Bisa jadi Anda calon terkuat tetapi tetap saja perusahaan punya calon-calon lain.

Anda harus punya pertimbangan ini saat negosiasi gaji. Jangan maunya Anda saja dituruti tetapi juga bagaimana mendapatkan win win solution. Sehingga tidak ada kerugian baik dari pihak Anda maupun perusahaan.

  1. Percaya Diri

Adalah hal yang sering diluputkan oleh calon karyawan. Bisa jadi ada perasaan tertekan berhadapan dengan beberapa user yang mewawancarai dirinya. Sehingga ketika user meminta nominal yang sesuai dengan harapan perusahaan calon karyawan merasa segan dan tidak percaya diri untuk meminta lebih.

Ini adalah tekanan psikologis yang tidak disadari, Anda harus berani melawan kondisi demikian untuk mendapatkan apa yang menurut Anda layak untuk Anda peroleh sesuai dengan kualitas yang dimiliki.



Lowongan Terkait

Mitos-mitos Melamar Pekerjaan

Ada benarnya ada juga tidak benarnya….

Selama ini Anda kerap dihantui dengan hal-hal yang selalu jadi perbincangan saat melamar pekerjaan. Dan Anda selalu terpaku dan memusatkan diri pada hal-hal tersebut sehingga melupakan sesuatu yang terpenting, yaitu kualitas Anda.

Seharusnya yang Anda yakini adalah kalau memang sejatinya Anda memiliki sesuatu yang bisa dijual kepada perusahaan, Anda tidak perlu memusatkan diri pada kabar-kabar angin mengenai hal-hal yang perlu dilakukan supaya diterima bekerja, seperti:

  1. Orang “Dalam”

Banyak yang mengatakan untuk dapat masuk ke dalam sebuah grup perusahaan besar harus ada orang “dalam” supaya kita diterima bekerja. Hal ini sama sekali tidak benar. Kualitaslah yang menentukan Anda bakal diterima atau tidak. Jikalah Anda diterima dengan pengaruh orang “dalam” tersebut, apakah Anda mau selamanya menjadi bayang-bayang dia?

  1. Cantik/Ganteng Pasti Diterima

Memang ada perusahaan-perusahaan tertentu yang mengutamakan penampilan. Soalnya memang sesuai dengan kebutuhan seperti pekerjaan humas yang memang menjadikan orang tersebut sebagai brand dari si perusahaan.

Tetapi penampilan yang ciamik bukan jaminan isi otaknya menarik juga. Meski fisik Anda kurang menarik Anda bisa menutupinya dengan berpakaian pantas dan rapi serta menunjukkan kalau pemikiran-pemikiran Anda lebih indah dari sekadar penampilan.

  1. “Hantu” Psikotes

Psikotes kerap menjadi momok bagi calon karyawan. Banyak kabar serta informasi yang mengatakan setiap soal psikotes punya jawabannya sendiri. Supaya penilaiannya bagus Anda harus menjawab sesuai dengan apa yang dikabarkan tersebut. Sejatinya psikotes adalah penilaian kepribadian Anda yang tak bisa disamaratakan dengan kepunyaan orang lain. Kerjakanlah sendiri soal-soal psikotes tanpa terganggu dengan apa yang diharuskan oleh “kunci jawaban” yang digadang-gadang tersebut.

  1. Atasan Pria Lebih Mudah Didekati

Sebenarnya baik pria maupun wanita sama saja. Setiap atasan memiliki karakternya masing-masing yang tidak bisa disamaratakan. Ada juga kok atasan pria yang menyebalkan ada juga atasan wanita yang mendekatkan diri kepada bawahannya. Jadi pemikiran demikian tidak sepenuhnya benar. Mau atasan Anda pria ataupun wanita jika kerja Anda benar tidak akan ada masalah dalam karier Anda.



Lowongan Terkait

Manfaat Jejaring Sosial Bagi Karier

Banyak yang sepele tetapi banyak juga yang sudah menyadari kalau penggunaaan jejaring sosial tidak hanya sebatas pada perkenalan dan ajang tebar pesona dengan lawan jenis. Sesungguhnya jejaring sosial bisa dikaryakan lebih dari itu. Ingin tahu manfaat lebih jelasnya, terutama bagi karier Anda?

  1. Sumber Informasi Lowongan

Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai lowongan pekerjaan melalui jejaring sosial. Aktiflah memantau jejaring sosial Anda seperti Twitter, Instagram ataupun Facebook. Akan ada banyak info yang bisa Anda peroleh dan siapa tahu bisa menjadi salah satu peluang untuk mendapatkan pekerjaan impian.

  1. Pengembangan Diri

Tidak hanya berpusat pada informasi lowongan pekerjaan saja tetapi juga kepada penambahan wawasan yang nantinya akan membuat Anda lebih luwes untuk mengetahui tip dan trik seputar pekerjaan.

Jangan sepele dengan informasi-informasi menarik mengenai karier yang sering muncul di timeline Anda. Siapa tahu lewat berita yang Anda baca tersebut dan ternyata sesuai dengan problem yang Anda alami, sedikit banyak bisa menjadi masukan buat Anda.

  1. Bertemu Orang Baru

Dalam hal ini tidak ada kaitannya dengan asmara melainkan orang baru yang ternyata bisa menjadi rekan bisnis Anda mungkin? Ataupun rekan seprofesi, menggeluti dunia yang sama sehingga bisa saling berbagi pengalaman, menambah link yang ke depannya bukan tak mungkin bisa saling membantu di dalam pekerjaan.

  1. Mencari Orang Baru

Jika dalam hal ini Anda adalah seseorang yang sedang mencari karyawan ataupun orang yang berpotensi untuk diajak bekerja-sama, bukan mustahil Anda bisa menemukannya lewat jejaring sosial. Apalagi jika Anda bekerja di industri kreatif, pastinya membutuhkan orang-orang yang punya kreasi tinggi. Biasanya orang-orang kreatif senang “bermain” di ranah jejaring sosial.

  1. Free Charge

Menguntungkannya lagi, semua manfaat ini bisa Anda peroleh secara gratis, tanpa biaya. Coba kalau Anda menaruh iklan di media cetak, perlu biaya lagi dan belum tentu juga orang-orang yang Anda butuhkan mencari informasi melalui media cetak. Karena penggunaan jejaring sosial yang bisa diakes massal, membuat orang-orang lebih sering menggunakannya untuk berinteraksi dan mencari informasi. (T. Alur)



Lowongan Terkait